Ribuan Anggota Kopertam Mitra PT Torus Ganda Tak Dapat Gajian Selama Dua Bulan
ROKAN HULU-Ribuan anggota Koperasi Tambusai (Kopertam), di tiga desa yakani Tambusai Timur, Lubuk Soting dan Tingkok, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mitra perusahaan PT Torus Ganda, sudah dua bulan tidak ada gajian.
Informasi ini disampaikan, Tokoh Masyarakat Tambusai, Tamrin Nasution di Kota Pasir Pangaraian, Senin (7/3), katanya, masyarakat sudah mulai kecewa dengan managamen PT Torus Ganda, sebab hasil dari Kopertam sudah dua bulan tidak ada mengucur.
"Ini udah gawat ini, bisa-bisa nanti anak-anak kami kelaparan tak makan, sebab kami hanya bergantung dari hasil Kopertam tersebut sampai anggota belum ada gajian," tuturnya.
Lanjut, Tamrin Nasution dengan tegas menyatakan, jika nanti sampai tiga bulan belum juga diberikan kepada masyarakat, jadi diminta kepada perusahaan untuk menyerahkan lahan kepada masyarakat.
"Biar kami mengelola sendiri, karena buat tanah kami dikelola perusahaan kalau tidak ada kami gajian, jadi kami mohon supaya perusahaan secepatnya membayarkannya," terangnya.
Jelasnya, kalau perusahaan masih tetap bersikeras tidak memberikan hasil kepada masyarakat, nanti masyarakat ini akan mengamuk dan mengusai dan menduduki lahan itu, karena masyarakat sudah tidak sabar lagi seperti ini dibodoh-bodohi.
"Kami kecewa kok bisa begini sikap perusahaan, sudah dua bulan kami tidak dapat apa-apa, kami juga mau makan, masa kami punya kelapa sawit tapi hasilnya sama orang lain," pungkasnya.
Di tempat berbeda, Aktifis Rohul Ade Irwan Hudayana Hasibuan Gelar Tongku Mudo, dirinya akan berkomunikasi dengan masyarakat tiga desa jika sempat tiga bulan mereka tidak gajian.
"Nanti akan kita pertanyakan hal ini kepada Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Rohul Tengku Rafli Armen dan Kepala Dinas Kehuatan dan Perkebunan (Kadishutbun) Rohul Sri Hardono, mengapa hingga hari mereka tidak ada memberikan solusi," tegas Ade Irwan Hudayana Hasibuan.
Ketika hal ini dikonfirmasi dengan Kadiskoperindag Rohul Tengku Rafli Armen saat ditanyakan terkait persoalan tersebut, dirinya mengaku belum ada mendapat laporan tersebut.
"Belum ada kita mendapat laporan dari merekan," tutup Tengku Rafli Armen melalui Telpon genggamnya. (dpr/raj)