Dua Pegawai Honorer Disnakertrans Bengkalis Diberhentikan
Portalriau.com - MANDAU - Dua karyawan berstatus pegawai Honorer bagian kebersihan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di berhentikan tanpa alasan.
Pemberhentian sepihak tanpa alasan sangat mengejutkan korban serta berusaha menuntut keadilan.
Keterangan dari Delvi dan Fitri mengatakan,Kadis telah memberhentikan mereka tanpa kesalahan yang jelas.Bahkan ke dua petugas kebersihan
ini diberhentikan dengan lisan oleh istri Kadis.
"sampai saat ini pemberhentian secara resmi(surat) belum ada kami terima,sebelumnya belum pernah mendapat tegoran tertulis maupun lisan baik dari Kabag maupun Kadis,"tutur Fitri.
Diterangkannya, telah bekerja selama kurang lebih 3, 5 tahun sebagai pegawai honorer belum ada melakukan kesalahan yang fatal.
Berulang kali pertanyaan akan pemberhentian yang kurang jelas ini namun sampai saat ini belum ada jawaban,
"tidak ada jawaban yang jelas tetapi Sapia (istri Kasubag berinizial A) pernah bilang minta maaf sama bapak,"cerita Fitri.
Hasil penelusuran dari cerita korban , kuat dugaan akibat pertemuan ke dua korban dengan salah Kasubag A bersama seorang wanita berinzial S di Hotel Surya (Duri) beberapa waktu lalu.
Wanita pasangan Kasubag tidak lain berinizial SM juga pegawai di Instansi tersebut.Pertemuan yang tidak disengaja berhubung salah seorang korban pemecatan mempunyai teman/pacar yang bekerja di tempat tersebut.
"tanpa segaja bertemu, dan saat itu si wanita teman Kasubag bilang ada rapat Disnaker setahu kami tidak ada,
selang beberapa hari kami di berhentikan,"terangnya.
Salah seorang orang tua korban bernams Abdul Karim tidak terima dengan kejadian ini.Sebagai orang tua tidak rela anaknya mendapat penzoliman yang tidak jelas asal usulnya,
"jangan makan cempedak orang lain kena getahnya,kami butuh keadilan dari Bupati,"tegas ayah yang kesehariannya sebagai wartawan ini.
Menurut keterangan beberapa pegawai yang dapat dipertanggung jawabkan mengatakan, dugaan perselingkuhan di lingkungan Disnaker sudah lama tercium sejak masih berkantor di Jln.Sudirman-Duri.
Sepertinya menurut mereka sang Kasubag kebal peraturan sebagai PNS yang tidak di benarkan melakukan hal hal senonoh di Instansinya terlebih terhadap bawahannya,
"sudah lama serta menjadi rahasia umum tetapi tidak ada yang berani ,itu urusan pribadi tergantung pinpinan,"kata salah seorang sumber yang tidak mau namanya di tulis.
Pengakuan beberapa pegawai pernah suatu ketika pegelola Kantin terlanjur mengatakan bahwa kedua insan tersebut telah menikah siri (bawah tangan),
"pernah dengar ibu itu bilang sama pegawai bahwa mereka sudah menikah siri, namun saat itu semua terdiam tidak ambil pusing"katanya.
Konpirmasi dengan Kadis Ridwan Yazid sampai saat ini belum berhasil , hanya diperoleh keterangan dari Sekretaris Disnaker Beny Alcan menyampaikan,belum mengetahui secara resmi adanya pemberhentian pegawai/Honorer maupun penambahan pegawai belum ada melewati mejanya,
"belum ada menandatangani pemecatan maupun penambahan pegawai, langsung saja sama pinpinan biar lebih jelas,"arahan Beny A.
Dari beberapa sumber dapat di himpun,Kadis sebelumnya beralasan adanya pengurangan pegawai ,namun diketahui ada penambahan pegawai kebersihan sebanyak 2 orang sepertinya menggantikan posisi si korban.
Pada kesempatan tersebut terlihat orang tua korban menitipan beberapa amplop berisi kertas copyan BBM ,diduga kertas berisikan seluk beluk hubungan asmara bersandi "Pitik dan Mr An/".
Keterangan orang tua korban dan juga dapat dihimpun dari beberapa sumber hal ini telah sampai ke meja Inspektorat Kabupaten Bengkalis,
"sudah saya sampaikan ke beberapa instansi agar hal ini dapat segera di tuntaskan demi martabat Instansi, demi keadilan serta masa depan pegawai lainnya yang terancam diberhentikan,"harap A Karim.(MPR/nurt)