Wawako Buka Olimpiade Agama Islam MAN 1 Pekanbaru
PEKANBARU - Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, telah menggelar olimpiade agama Islam. Olimpiade tersebut diikuti oleh puluhan siswa SMP dan MTs se Kota Pekanbaru. kegiatan tersbut langsung di buka Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaro, Ayat Cahyadi.
"Kemarin Sabtu, tanggal 14 Februari 2015, kita laksanakan olimpiade itu di halaman sekolah MAN 1 Pekanbaru Jalan Bandeng ini," ungkap Kepala MAN 1 Pekanbaru Dra Hj Hayatirruh MED, saat menceritakannya kepada wartawan, Senin (16/2) di Pekanbaru.
Olimpiade Agama Islam ini, papar Hayatirruh, terdiri dari dua kategori yakni Tahfizul Quran Jus 30 Al-Qur'an yang diikuti 46 peserta utusan Madrasah Tsanawiyah se-Kota Pekanbaru.
"Sedangkan dari utusan SMP adalah kategori cerdas cermat, diikuti 19 SMP se-Kota Pekanbaru," ujarnya.
Hayatirruh juga menjelaskan bahwa kegiatan Olimpiade Agama Islam yang berlangsung meriah dan penuh kekhusukan itu, dilakukan untuk mendukung visi Kota Pekanbaru dalam mewujudkan generasi muda yang berkualitas.
"Di samping itu juga sebagai sarana menjalin hubungan tali silaturahmi yang baik sehingga akan terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan antar sesama pelajar," ujarnya.
Dengan hal ini, sambung Hayatirruh, momen ini dijadikan agar antar sekolah dapat menumbuhkembangkan para generasi yang santun, ramah, memiliki budi pekerti yang baik, dan pintar.
"Sehingga kedepannya kita berharap hendaknya bisa menjaga dan melestarikan budaya melayu yang kita banggakan ini," paparnya.
Dijelaskannya, acara itu dibuka langsung oleh Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi. Dalam sambutannya, Wawako menyampaikan dengan kegiatan ini hendaknya dapat menjalin hubungan silaturrahmi antar sesama peserta didik baik dari SMP maupun MTs se Kota Pekanbaru.
"Kegiatan ini adalah sebagai ajang mengasah tingkat kecerdasan dan daya ingat dalam hafalan Alquran, khususnya bagi para peserta Olimpiade," kata Ayat saat itu.
Pada kategori Tahfizh Alqur'an, kata Ayat Cahyadi, implementasinya bagaimana supaya kita selalu mencintai Alqur'an serta hendaknya juga bisa memahami isi dan kandungan Alquran dan mengamalkannya. Sehingga hendaknya dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bacaan ayat Alquran pada Shalat lima waktu.
"Sedangkan dalam kategori cerdas cermat disamping mengasah pola pikir serta tingkat kecerdasan, tetapi implementasinya bagaimana kita bisa membentengi diri kita terutama kepada generasi penerus terhindar dari hal-hal yang menyimpang dari Alquran dan Sunnah Rasul Shalallah 'Alaihi Wassalam," ungkapnya.(mpr/anto)