Wabup H Suyatno Buka Pelatihan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kabupaten

Wabup H Suyatno Buka Pelatihan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kabupaten

Portalriau.com - BENGKALIS -  Suayatno dalam sambutan nya Pelaksanaan pelatihan kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Bengkalis yang ditaja himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bengkalis. menilai kegiatan ini sangat tepat untuk meningkat kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (sdm) para guru/tenaga pendidik PAUD se-kabupaten bengkalis.(10/05)

Selain Wakil Bupati H Suayatno, turut hadir dinas Pendidikan diwakili Sekretaris dinas Pendidikan Pak Supardi, Ketua Himpaudi Pusat selaku nara Sumber Prof, Dr, Ir Hj,Netty Herawati , M, Si dari kementerian pendidikan nasional.  Ketua Himpaudi Kab Bengkails Ibu Hj Fatimah Johar, Ketua Dharma Wanita Hj Gustina dan Peserta Ibu Himpaudi Kecamatan dan Peserta Pelatihan

mengingat, salah satu fakor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan anak usia dini  adalahtenaga pendidik atau guru. hal ini menunjukan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran pada pendidikan anak usia  dini sangatla penting, karena guru dapat memfasilitasi perkembangaanak usia dini, dapat mengembangkan potensi anak melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran yanedukatif.

Dalam sambutan Wabup “Berharap para peserta untuk serius mengikuti pelatihan kurikulum 2013 paud ini dengan baik dan serius, sehingga materi yang diberikan oleh para narasumber dapat diserap dan diterapkan untuk mendidik anak-anak didik. terlebih pada pelatihan ini, himpaudi Bengkalis menghadirkan narasumber Prof dr Netty Herawati, M.Si dari kementerian pendidikan nasional,”

Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, Pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui pendidikan anak usia dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. paud menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the golden age atau usia emas. Pendidikan anak usia dini harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik agar dimasa emas perkembangan anak mendapatkan distimulasi yang utuh, sehingga mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut adalah dengan program pendidikan yang terstruktur. salah satu komponen untuk pendidikan yang terstruktur adalah kurikulum.

Seperti diketahui bersama, kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini diberlakukan mulai tahun ajaran 2014/2015 memenuhi dua dimensi, yaitu pertama, rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan kedua cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. untuk menerapkan kedua dimensi tersebut, maka seluruh pendidik dan pengelola PAUD harus memahami kerangka dan struktur kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini agar dalam penyelenggaraan program paud sesuai dengan tujuan untuk mendorong perkembangan peserta didik secara optimal sehingga memberi dasar untuk menjadi manusia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi  pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

kurikulum 2013 menjadikan peserta didik lebih senang dan antusias belajar dengan model pembelajaran berbasis aktivitas yang mengembangkan pengetahuan namun sikap dan keterampilan siswa.

ada delapan perubahan yang terkait kurikulum 2013, di antaranya konsep kurikulum, buku, proses pembelajaran, proses penilaian, pengadaan buku, pelatihan guru, pendampingan guru, dan monev implementasi kurikulum. menjadikan guru yang dilatih ini bisa diterima di masyarakat antara lain disiplin, ikhlas, solidaritas, integritas persatuan dan kesatuan, setia dan hadir tepat waktu.

upaya pengembangan PAUD menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia  di daerah ini. menjadi satu kesatuan yang utuh dan penting dari seluruh upaya untuk mempercepat keberhasilan dan peningkatan kualitas pembangunan pendidikan yang memang menjadi salah satu prioritas pembangunan dan jaminan kepada masyarakat di Kabupaten Bengkalis.”imbuhnya lagi.

Dalam sambutan Ketua Himpaudi Kab Bengkails Ibu Hj Fatimah Johar, Dalam mengembangkan paud, peran orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan. artinya pendidikan PAUD tidak boleh hanya dibebankan pada lembaga PAUD saja. karena sebagaimana kita ketahui, bahwa pendidikan utama adalah pendidikan informal, yaitu pendidikan dalam lingkungan keluarga. Peran orang tua harus berada pada urutan pertama. karena orang tualah yang paling memahami anak-anaknya. orang tua jugalah yang pertama kali mengetahui perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. orang tua pula yang nantinya akan menjadikan anak-anak mereka seorang yang memiliki kepribadian baik atau  buruk. Agar orang tua dan lembaga pendidikan tidak melakukan kesalahan dalam mendidik anak, maka tentu harus terjalin keselarasan dan kerjasama yang baik diantara keduanya. orang tua  mendidik anaknya di rumah, maka perlu adanya kerjasama yang baik antara orang tua dan lembaga PAUD.  keduanya harus berada dalam suatu rel agar seiring, sejalan, Seirama dalam memperlakukan anak sehari-hari sesuai dengan kesepakatan bersama. apabila anak di didik hanya berdasarkan kemauan salah satu pihak, maka kemungkinan proses PAUD tidak akan berjalan dengan baik, atau bahkan mungkin dapat mengganggu perkembangan anak.

Suayatno berharap kepada “seluruh SKPD dan organisasi sosial kemasyarakatan di Daerah ini yang membidangi atau memiliki kegiatan yang berkaitan dengan paud, seperti dinas pendidikan, badan pemberdayaan perempuan dan kb, GOPTKIi, Himpaudi, Bunda PAUD, tim penggerak PKK, dan sebagainya, saya harapkan untuk senantiasa memberikan sosialiasi, edukasi dan advokasi kepada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak usia dini, tentang arti penting paud dan bagaimana melaksanakan paud dalam keluarga. lakukan hal tersebut secara berkesinambungan”

Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari (10/11). Bertempat di Balai Diklat Jln Kelapapati Darat kab Bengkalis,Peserta berasal dari 4 Kecamatan Bengkalis 193, Kec Bantan18, Kec Siak Kecil 129. Dan dari Bukit Batu 96, 90 Orang Peserta Pendidik berjumlah 526 Peserta. Dengan nara sumber .Anggota BANPNF Kemendikbud. Dan pengurus Himpaudi Pusat Prof, Dr, Ir Hj,Netty Herawati , M, Si. (MPR)

Berita Terkait

Reskrim Bengkalis Amankan Pelaku dan Sita Motor Hasil Curian di Duri Barat

Mandau – Portalriau.com--Tim Resmob 125 Sat Reskrim Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Sakura, Kelurahan Duri…...

Pengedar Sabu Dibekuk Km 06 Kulim, Polisi Amankan Barang Bukti 0,16 Gram

Bathin Solapan–Portalriau.com--+ Dalam rangka Operasi Antik LK 2026, jajaran Polres Bengkalis kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial M.F.S.S als…...

Pengedar Sabu Dibekuk di Jalan Pertanian Duri, Polisi Amankan 0,30 Gram Sabu

Mandau –Portalriau.com--- Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dalam rangka Operasi Antik LK 2026. Seorang pria berinisial J.H als…...

Pekerja PHR Sumbang Ratusan  Kantong Darah Bagi PMI

Pekanbaru --Portalriau.com--Setiap kantong darah menyimpan cerita tentang nyawa yang menunggu untuk diselamatkan, pasien yang berjuang di ruang perawatan, ibu yang membutuhkan transfusi saat persalinan, hingga…...

KAPOLRES ROHIL DAN PERSONEL POLRES ROHIL BERSAMA BRIMOB GELAR SHOLAT JUM’AT DAN KHUTBAH DI 3 MASJID

Rokan Hilir – Portalriau.com---Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) tetap kondusif pasca aksi unjuk rasa, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni,…...