Semangat Perjuangan Mencerdaskan Anak Bangsa , Butuh Perhatian Besar Dari Pemerintah
MANDAU-Pengabdian dalam dunia pendidikan merupakan sebuah bentuk perjuangan yang mulia serta membutuhkan pengorbanan yang tulus ikhlas.
Banyak pejuang pendidikan sebelumnya telah rela berjuang demi menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.
Pahlawan Ki Hajar Dewantara, Cut Nyak Din dari Nangroe Aceh yang juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan sebelumnya telah berjuang dalam mendidik anak bangsa sehingga menjadikan pahlawan yang sangat di banggakan.
Mastawati salah seorang srikandi pendidikan dari Desa Sumbu Ampai-Duri ,yang sebelumnya merupakan daerah rekat dan kental kultur kesukuan , adat budaya serta keterbelakangan kini berubah total awal tempat berkiprahnya sang ibu guru di dalam mendidik anak anak serta warga yang belum tahu tulis baca.
Mastawati menceritakan sejarah perjalannya sehingga berhasil mendirikan SD MITHUL IMAN mengisahkan,dengan anak didik 15 orang awalnya mengontrak sebuah rumah tetangga,"awalnya kurang optimis mengingat dana yang belum ada, respon orang tua didik juga masih jauh sehingga sangat membutuhkan kesabaran,"cerita Mastawati.(Rabu 11/03)
Selama hampir 2 tahun berjuang mengangkat tingkat kepercayaan warga sehingga memperoleh hasil yang cukup maksimal saat ini.Sekolah SD MI semakin di perhitungkan serta mendapat perhatian pemerintah Desa dan Kecamatan.
Pemerintah desa Sumbu Ampai semakin memberi perhatian dengan wujud memberi bantuan 4 Roombel yang langsung bangunan permanen di lahan,yang sebelumnya telah disediakan tokoh masyarakat yang merasa terpanggil peduli demi anak bangsa.
Dinas pendidikan melalui UPTD Pendidikan membantu 2 Roombel sehingga saat ini telah memiliki 6 lokal tempat belajar untuk kelas 1-6.
Tokoh warga seperti Pak Kemis, Pak Mis dan yang lainnya dengan iklas menyediakan lahan seluas 1 Ha di Jln.Sukajadi.
"bangunan sebanyak 6 lokal yang ada saat ini telah dapat menampung 85 siswa ,"tuturnya.
Kian bertambahnya jumlah siswa/i yang semakin meningkat, yang awalya hanya di tangani sendiri saat ini telah memiliki 7 tenaga pengajar serta sebagian di perbantukan sebagai Staff kantor.
Sekolah juga telah melahirkan generasi yang berprestasi tetapi belum memperoleh bantuan berupa beasiswa.
Pengusulan peningkatan status akreditas sekolah telah berulang kali di sampaikan ke Dinas Pendidikan serta pemerintah kabupaten.Dengan adanya kepercayaan Pemerintah dengan peningkatan status sekolah berharap perhatian semakin mendapat perhatian setara dengan sekolah Swasta lainnya.
"Berharap kelak siswa siswi yang berprestasi memperoleh beasiswa,pengajar juga sangat berharap mendapat perhatian khusus terlebih bagi yang telah lama mengabdikan diri sebagai pendidik di sekolah ini,"pinta Kepsek Mastawati.
Semakin majunya sekolah ini dengan siswa yang berasal dari berbagai kalangan sehingga sangat membutuhkan pengamanan terutama bagi perlengkapan sekolah serta kenderaan yang parkir di halaman.
Dengan tinggkat kerawanan yang tinggi sekolah sangat berharap dapat melakukan pemagaran.
"Sudah banyak siswa yang telah membawa kenderaan sendiri, sangat rentan akan terjadinya kecurian terhadap sepeda motor yang mereka bawa, telah ada beberapa yang hilang terutama saat jam sibuk belajar,"
Pengadaan Pemagaran sekolah sangat mendesak sehingga permohonan yang telah di sampaikan sangat berharap mendapat perhatian dan terealisasi dari pemerintah.
Anggaran yang begitu besar bila hanya mengandalkan swadya sekolah saat ini belum memungkinkan.
Bantuan pemerintah desa serta bantuan pemerintah Bengkalis sangat di harapkan demi anak didik serta kenyamanan sekolah terlebih keamanan asset yang telah dimiliki sekolah. (mpr/Nrt)