Sasaran di 8 Madrasah Negeri Itjen Kemenag RI Pantau Penerapan Kurikulum 2013 di Rohul
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Empat auditor dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag-RI), monitoring serta evaluasi (Monev) implementasi Kurikulum 2013 di delapan Madrasah Negeri di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Dari keterangan Kepala Kantor Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengatakan, ke 4 auditor dari Itjen Kemenag RI akan berada di Kabupaten Rohul selama tiga hari, mulai 11 September hingga 13 September 2014. Hal itu sesuai Surat Tugas Irjen Kemenag RI, tanggal 5 Sept 2014, Nomor: IJ/1.a/PS.00.4/1027/2014.
Dimana ke empat auditor dari Itjen Kemenag RI yang melaksanakan Monev di Rohul diketuai oleh Achmad Buchari, dibantu tiga auditor lainnya, Abdul Rasit, Abdul Hakim dan Asep.
Dimana Madrasah Negeri yang akan dikunjungi 4 auditor, MAN Pasirpangaraian, MTsN Rambah, MTsN Kota Tengah, MTsN Ujungbatu, MTsN Dalu-Dalu, MTsN Pilial Rantau Kasai Tambusai Utara, MIN Pasir Pangaraian serta MIN Pasir Agung Kecamatan Bangun Purba.
“Nantinya, para auditor akan dibawa mengunjungi 8 Madrasah Negeri yang telah ditunjuk, sehingga bisa melihat langsung proses belajar mengajar di sana,”ucap Ahmad Supardi, Kamis (11/9/2014).
Ahmad Supardi juga mengakui, ke 4 auditor tersebut bukan hanya sekedar melihat implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Rohul. Namun lebih dari itu, diharapkan mereka melihat langsung proses belajar mengajar, termasuk ketersediaan tenaga pendidik dan SDM.
“Nantinya mereka juga melihat sarana dan prasarana, laboratorium, perpustakaan, sarana ibadah, dan lain sebagainya,”ujarnya.
Kakankemenag juga menyatakan, bahwa hampir seluruh madrasah di Rohul masih kekurangan guru, khususnya guru berstatus PNS. “Untuk guru non PNS sudah cukup. Hanya saja honorarium mereka tidak tersedia dalam anggaran, sehingga terkadang harus dibebankan kepada wali siswa,” jelasnya.
Ahmad Supardi menegaskan, bahwa idealnya seluruh guru non PNS diangkat menjadi PNS. Secara otomatis, gaji mereka akan ditanggung oleh negara, bukan dibebankan lagi kepada orang tua siswa atau melalui Komite Madrasah.
“Kita kasihan ke mereka, karena sudah mengabdi sepuluh tahun, bahkan ada yang lebih namun belum juga diangkat menjadi PNS,”tuturnya. .
Ahmad Supardi mengharapkan, pasca kehadiran 4 auditor Itjen Kemenag RI ke Rohul akan menghasilkan kebijakan baru dalam membantu sarana dan prasarana di seluruh madrasah di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk. (Alfian)