Rohul Miliki STIQ Syeckh Ibarhim Bila Terwujud di 2015, Maka Pertama di Dunia Berdiri STIQ
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Pemkab Rohul tengah mempersiapkan pendirian Sekolah Tinggi Islam Al Quran (STIQ) Syeckh Ibarhim, yang rencananya akan dibuka tahun 2015 mendatang.Jika rencanana tersebut terwujud, maka Sekolah Tinggi Al Quran yang ada, menjadi STIQ pertama yang mengintegrasikan Ilmu Al Quran dan Sains Tekhnologi di dunia.
Untuk mematangkan pendirian STIQSyeckh Ibarhim di Rohul, Kamis (27/11/2014) pagi di Aula lantai III Kantor Bupati, Bupati Rohul, Drs H. Achmad M,Si, melakukan ekspose, terkait persiapan pendirian STIQ, sementara ini diberinama STIQ Syekh Ibrahim dihadapan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayan Riau, Dr Syaifudin, serta tim FakarMawardi Saleh.
“Seluruh kesiapan administrasi sudah rampung dipersiapkan, untuk lokasi kampus, akan menempati Kantor dan Pelayanan Terpadu Perizinan dan Penanaman Modal (BPTP2M) Rohul di kawasan Islamic Centre Pasirpangaraian. Kantor BPTP2M sendiri akan dipindahkan,”terang Bupati.
Dalam ekspositu, Bupati Achmad, menjabarkan tentang kesiapan persyaratan administrasi, seperti Yayasan yang akan membawahi STIQ, termasuk visi dan misi, kurikulum, lokasi kampus termasuk fasilitas kampus.
“Kita mulai siapkan seluruh persyaratan saat ini, sehingga tahun depan STIQ Syackh Ibrahim bisa didirikandi2015,”ucap Bupati Achmad.
Pasca Rapat Koordinasi Pemantapan Pendirian, dijadwalkan pada Februari 2015 mendatang, diusulkan pendirian STISQI untuk diproses di kopertais. Bupati mengharapkan, pada Juni 2015 akan datang, STIQ Syekh Ibrahim mulai membuka penerimaan mahasiswa baru.
Sementara Wakil Koordinator Kopertais Wilayah Riau Syaifudin mengatakan konsep STIQ memadukan antara pola pembelajaran Al Quran secara klasik dan digitalisasi sain tekhnologi, itu merupakan konsep sekolah tinggi Al Quran pertama di dunia.
“Bila memang terwujud, STIQ Syekh Ibrahim, tentunya menjadi daya tarik bagi mahasiswa Islam, yang tertarik mendalami Ilmu Al Quran, baik mahasiswa domestik atau dari negara tetangga,”ucapnya. (MPR)