Lomba Bercerita dan Mendongeng
Siak-"Membaca sudah menjadi kebutuhan kita, karena dapat manambah pengetahuan dan informasi. Saya berharap masyarakat kabupaten Siak setiap harinya meluangkan waktunya untuk membaca, " kata Syamsuar.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan melaksanakan budayanya yang dapat diterapkan dalam nilai-nilai keluhuran." Kata Bupati
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak menggelar lomba bercerita dan mendongeng tingkat anak-anak, umum dan dewasa se-Kabupaten Siak. Lomba yang berlangsung di halaman kantor Perpustakaan dan Arsip tersebut berlangsung meriah dan dibuka oleh Bupati Siak Drs. H Syamsuar, M.Si, Kamis 9 April 2015.
Bupati dalam sambutanya mengatakan masih rendahnya tingkat baca bagi anak-anak maupun orang dewasa di Siak, untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat kabupaten Siak dapat meluangkan waktunya untuk membaca. Menurutnya kegiatan seperti ini dapat dijadikan satu upaya dalam mengentaskan ketertinggalan sumber daya manusia.
Salah satu tujuan utama yang terdapat dalam Visi Kabupaten Siak yakni meningkatkan pendidikan, Hal ini tercapai apabila didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satunya sarana yang dimaksud adalah Perpustakaan. Perpustakaan sebagai sarana pendidikan seumur hidup (long life education) yang dikelola secara profesional dan tidak membedakan batas usia, jenis kelamin, ras, suku dan agama.
Tugas menumbuh kembangkan kebiasaan membaca masyarakat bukanlah tugas yang mudah, karena ini menyangkut dengan budaya kita. Tugas ini bukan saja tugas pemerintah namun menjadi tugas kita bersama yang terbagi dalam empat komunitas yang pertama pendidikan resmi disekolah-sekolah, Yang kedua komunitas dalam keluarga dan yang ketiga komunitas pendidikan dalam masyarakat. Yang ke empat lembaga perpustakaan yang dibagi dalam beberapa jenis perpustakaan antara lain; Perpustakaan Umum, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan rumah ibadah dan Perpustakaan khusus.
Dari semua jenis perpustakaan mempunyai tujuan yang sama yakni meningkatkan sumberdaya manusia sehat cerdas ceria dan beriman yang mampu bersaing di era global saat ini. Perpustakaan berfungsi sebagai penyedia informasi kepada masyarakat luas tentunya harus menyesuaikan kebutuhan akan pengguna perpustakaan. Keempat komponen ini harus bersinergi dalam rangka mewujudkan masyarakat terpelajar atau learning society.
Menumbuhkembangkan minat baca dapat didukung dari berbagai faktor. Perpustakaan umum, perpustakaan Sekolah, keluarga dan masyarakat sangat memiliki peran strategis. Orangtua diharapkan dapat menjadi contoh kepada anak-anak dan mempraktekkan perilaku yang baik dalam seperti budaya-budaya lokal yang ada di daerah. Sedangkan pihak sekolah secara formal dapat menggiring para generasi kita kedalam pengembangan pendidikan yang komprehensip.
Dalam komunitas masyarakat para cendikia diharap dapat memberikan semangat untuk melaksanakan nilai-nilai luhur yang terdapat dimasyarakat dalam setiap kesempatan.
Belakangan ini kita sangat menghawatirkan masyarakat kita banyak kehilangan identitas sebagai masyarakat yang berbudaya, hal ini diakibatkan arus globalisasi budaya asing. Buku bacaan merupakan karya anak bangsa yang sudah dituangkan berupa bahan bacaan buku kita sudah banyak terlupakan. Bahkan yang lebih aneh lagi budaya yang masuk dari barat sangat mendominasi dalam kehidupan para remaja kita sekarang ini.
Pada kondisi sekarang ini sungguh sangat banyak tantangan dan hambatan dalam menumbuhkembangkan minat baca dimasyarakat. Antara lain banyaknya media elektronik, seperti televisi, telepon genggam, media internet, arus global budaya luar, budaya ngobrol, menonton dan mendengar.
Media tersebut akan banyak mendatangkan nilai positif dalam melaksanakan aktivitas kita sehari-hari dimana jarak dan waktu tidak lagi menjadi kendala. Namun apabila media tersebut disalah fungsikan akan membawa dampak negatif yang sangat dahsyat dalam kehidupan kita misalnya pengguna perpustakaan menjadi malas untuk berkunjung ke perpustakaan, malas membuka buku sebagai sumber informasi , malas berdiskusi, karena dengan tersedianya media internet akan dapat memperoleh data yang tak terbatas dalam waktu singkat.
Tujuan utama lomba bercerita dan mendongeng ini dilaksanakan agar para anak didik kita dan masyarakat kembali mengenal akan budaya-budaya masyarakat yang sudah hampir hilang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan melaksanakan budayanya yang dapat diterapkan dalam nilai-nilai keluhuran.
Sementara itu kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Siak Hj. Herayulwita mengatakan lomba bercerita dan mendongeng untuk tingkat anak, bagi yang juara akan kita kirim ke provinsi untuk mewakili kabupaten Siak. Tahun lalu kabupaten Siak mewakili propinsi Riau untuk ikut dalam lomba yang sama pada tingkat nasional.
Meskipun kita tidak dapat prestasi tetapi kita memperoleh sesuatu yang lebih berharga yaitu pengalaman dan pembelajaran, dari lomba tingkat nasional tersebut kami dapat mengevaluasi untuk tahun-tahun berikutnya. Menurutnya mendongeng ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anak. Tema kegiatan ini diambil dari petunjuk teknis perpustakaan nasional mengangkat tema Pahlawan Nasional dengan dua kategori, untuk kategori anak-anak menceritakan tokoh-tokoh nasional maupuan internasional. Mereka akan menceritakan tokoh-tokoh tersebut dengan gaya mereka dan apa yang mereka serap dari biografi tokoh-tokoh tersebut
Untuk penjurian akan dilakukan penilaian yang sudah ditentukan menurut kriteria nasional, yaitu penampilan, penguasaan materi, skil dan kemampuan. Sementara untuk kategori dewasa dan umum akan menceritakan dan menuliskan dari tokoh-tokoh tersebut. Peserta untuk anak-anak hanya untuk kelas 3 5 SD, masing-masing kategori sebanyak 42 orang yang terdiri dari utusan kecamatan se-kabupaten Siak dengan jumlah keseluruhan 84 orang. Kegiatan ini adalah salah satu tugas dari Perspustakaan Kabupaten untuk menyeleksi yang selanjutnya akan dikirim ke tingkat provinsi. (mpr/hms/rls)