Kepala UPTD Pendidikan Pinggir: Istilah "Wisuda" Kurang Relevan
PINGGIR-Ka UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir melakukan himbauan kepada Sekolah agar lebih menunjukkan ciri khas maupun budaya sekolah itu sendiri.
Pengistilahan Wisuda saat sekolah usai lulusan, melakukan acara perpisahan baik sekolah Menengah maupun PAUD terlalu berlebihan.
Menurut Ka UPTD Pendidikan Kholidjah Spdi Mm,sekolah telah di himbau tidak memakai istilah " Wisuda ",apalagi melakukan penyematan Topi Yoga.
Istilah Wisudawan/ti berlaku bagi seseorang yang telah meraih sarjana dan di lakukan pemakaian perlengkapan baju serta topi yoga,
"untuk meraih sarjana seseorang bisa mencapai 10 tahunan,jadi penggunaan istilah Wisuda bagi tingkat pendidikan PAUD maupun sekolah SMU dan SMK sangat kurang sesuai,"imbuhnya.
Ditambahkannya,kegiatan acara Wisuda di tingkat perguruan tinggi di lakukan di hadapan Dosen serta Guru Besar serta berlegalitas tinggi.
Sedangkan saat ini sekolah yang melakukan istilah ini agar tahun berikutnya tidak memakai istilah berikut,tetapi lebih menampilkan ciri khas suatu sekolah tersebut.
Kegiatan acara perpisahan serta pelepasan anak didiknya setelah lulus ,cukup menampilkan budaya serta kegiatan yang positif .
"menampilkan ciri khas dan budaya sekolah jauh lebih bagus baik pandangan umum maupun secara mentalitas siswa,"jelasnya.(Jum'at 13/06)
Ketika seorang orang tua siswa saat kegiatan Wisuda sekolah PAUD di Aula Kantor Camat Pinggir diminta tanggapannya mengatakan,pemakaian istilah Wisuda sangat tidak relevan dan terkesan mengalabui orang tua siswa.
Dengan kegiatan Istilah WISUDA hanya menambah beban terlebih bagi sekolah yang memamfaatkan istilah tersebut,
"masa anak kecil Wisuda bagai seorang sarjana yang siap bekerja ,umumnya wisudawan/ti telah sarjana dan orang dewasa"cetusnya. (mpr/nurt)