Gebyar Finger Painting GURU TK Berperan Bentuk Generasi Berkualitas
Portalriau.com - DURI – Guru Taman Kanak-kanak Indonesia mempunyai peran mulia dalam membangun landasan awal pembentukan generasi berkualitas. Karena melalui tangan-tangan guru TK bersama orang tua, mampu mengajari anak usia prasekolah mampu mengenal cakrawala dan menjadi pribadi yang berkarakter.
“Masa depan anak akan bergantung dari bagaimana kita merawat dan mendidiknya sejak usia dini. Di sinilah peran semua pihak sangat dibutuhkan. Orang tua bertanggung jawab mendidik mereka di rumah serta lingkungannya. Sedangkan di sekolah tanggung jawab untuk mendidik berada di tangan guru,” ungkap Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis, Romaini Herliyan Saleh pada acara Gebyar Finger Panting, di Duri Kecamatan Mandau.
Bupati Bengkalis, memberikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap peran Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) yang telah memberikan kontribusi positif dalam mendorong partisipasi aktif dan mewujudkan program pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (apk) di Kabupaten Bengkalis.
Terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan TK, agar memperhatikan kualitas pendidikan, sehingga pada saatnya nanti anak-anak telah siap untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Guru tk sebagai salah satu faktor penting dalam pendidikan diharapkan mampu mendidik anak didik, bukan hanya cerdas intelektual, namun juga memiliki keimanan yang baik.
Terkait penyelenggaraan Gebyar Finger Painting, Bunda PAUD menyambut baik kegiatan yang ditaja IGTKI se-Kecamatan Mandau. Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna strategis, untuk meningkatkan perkembangan motorik pada anak usia dini.
Kegiatan gebyar dapat melatih kreatifitas dan kepercayaan diri seorang anak, sehingga tanpa disadari mereka telah digiring dalam suatu pembentukan karakter yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di masa depan. Pada akhirnya, anak-anak secara langsung akan mampu berkompetensi dalam mengembangkan kepribadiannya.
Disisi lain, kata Romaini, kegiatan ini juga akan dapat meningkatkan pemahaman bagi orang tua terhadap kebutuhan anak-anak usia dini untuk bermain dan berekspresi, sehingga kedepan anak-anak dapat menjadi generasi yang sehat dan ceria.
Seperti diketahui bersama, masa usia 0-6 tahun merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak dalam memperoleh proses pendidikan. periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya, sebagai rangsangan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif, maupun sosialnya.
Periode emas merupakan periode kritis bagi seorang anak, dimana perkembangan yang diperolehnya pada periode ini, sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya, hingga masa dewasa. Di sisi lain, masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewati, berarti hilanglah peluang emas tersebut. Untuk itu PAUD dalam bentuk pemberian rangsangan-rangsangan (stimulasi) dari lingkungan terdekat sangat diperlukan guna mengoptimalkan kemampuan anak. “Di sinilah peran para guru pendidikan usia dini, untuk membentuk karakter,” ungkap Romaini yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis ini. (MPR/Adi)