Dana BOS di Provinsi Riau Cair
PEKANBARU - Meski ada keterlambatan akibat kesalahan administrasi dan pertukaran beberapa kepala sekolah, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Provinsi Riau dicairkan Dinas Pendidikan dalam pekan ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dwi Agus Sumarno, mengakui terjadi keterlambatan dalam mencairkan dana BOS pada tahun ini, hal tersebut dikarenakan adanya pertukaran beberapa kepala sekolah di Provinsi Riau.
"Dalam minggu kemarin, seharusnya kita sudah mulai melakukan pencairan, namun karena hal tersebut, kita harus melakukan beberapa perubahan data," ungkapnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Senin (9/3/2015).
Dicontohkannya, SMP 1 Pekanbaru, saat diganti dengan SMPN 1 Pekanbaru, menjadikan data tersebut tidak sesuai lagi dengan data sebelumnya. "Sedikit kesalahan bisa-bisa dana BOS tersebut tidak bisa dicairkan oleh pihak sekolah," paparnya.
Dwi melanjutkan, saat ini pihaknya sudah melakukan final kabupaten/kota guna memperbaharui data-data tersebut. "Agar kita bisa menyelesaikan persoalan administrasi ini. Kita sudah turunkan tim ke lapangan untuk menuntaskan permasalahan ini," imbuhnya.
Kedepan, Dwi menuturkan, berkas untuk dana BOS itu akan segera diajukan ke Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman agar bisa segera dicairkan. "Berkas sudah kita antarkan, tinggal menunggu persetujuan Gubernur," terangnya.
Disampaikannya, Riau memiliki total dana BOS Rp868 miliar setiap tahunnya yang terbagi untuk pendidikan Sekolah Dasar (SD) Rp800 ribu per siswa per tahun, tingkat SMP Rp1 juta per siswa per tahun, sedangkan untuk tingkat SMA Rp1,2 juta per siswa per tahunnya.
"Berdasarkan Permendikbud nomor 161 tahun 2014, pembagian dana BOS dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun dan dilakukan setiap tiga bulan sekali, pencairannya dilakukan pada awal Maret, awal Juni, awal September dan terakhir pada awal Desember," paparnya.
Dwi berharap dengan adanya dana BOS tersebut, tidak ada lagi sekolah yang melakukan pungutan-pungutan liar, terutama untuk sekolah-sekolah swasta, pasalnya sekolah swasta juga masuk sebagai penerima bantuan dana BOS.
"Yang kita harapkan mutu pendidikan menjadi lebih baik dengan adanya BOS ini," tuturnya.(mpr/nto)