Bupati Siak Memperingati hari Pramuka ke 54 di Buper TBA

Bupati Siak Memperingati hari Pramuka ke 54 di Buper TBA

SIAK: Bupati Siak H Syamsuar selaku Kamabicab Gerakan Pramuka 09 Kwarcab Siak memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke 54 di Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara, Jum’at 14 Agustus 2015. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Siak selaku KaKwarcab, Unsur forkopimda, sejumlah kepala SKPD dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, pengurus kwarcab Siak, Ka Kwaran gerakan Pramuka sekabupaten Siak, dan Tokoh Pramuka.

Bupati Siak H Syamsuar selaku Irup Upacara membacakan sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Dr. Adhyaksa Dault, SH, M.Si, Semoga peringatan hari pramuka ini dapat memotivasi semangat dan mempercepat kemandirian gerakan pramuka untuk mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang handal dan lebih baik pada masa depan.

Kaum muda dewasa ini di hadapkan pada dua masalah besar yaitu yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan. Masalah sosial mencakup maraknya penggunaan NAPZA dan obat terlarang  pergaulan bebas yang berakibat tinggi nya hubungan seksual pra-nikah, kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan kaum muda. Sedangkan masalah kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia mencakup rendahnya solidaritas sosial, semangat berkebangsaan rendah ; semangat persatuan dan kesatuan rendah yang akhirnya berdampak pada rendahnya semangat bela negara, dan ancaman disintegrasi bangsa.

Ancaman ini tentu menjadi tanggungjawab semua komponen bangsa termasuk gerakan Pramuka. Gerakan pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan pada tahun 1961 oleh bung Karno ditujukan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Gerakan pramuka yang kini berusia 54 tahun tentu tidak sama suasana dan kondisinya ketika dilahirkan. Oleh karna itu, perlunya diciptakan gerakan pramuka baru yang diminati kaum muda. Pramuka harus dapat mengikuti perkembangan kaum muda, tidak berkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini.
 
Hampir setiap orang bahkan peserta didik memiliki alat komunikasi berupa Handphone bahkan Smartphone . Anak-anak kita yang lahir antara tahun 1990-an dan 2000-an merupakan generasi Cyber yang online dalam waktu 24 jam dan berperan sebagai Citizen juornalism yang selalu update dalam statusnya atau mengungkapkan hal-hal yang dilihat dan dirasakan saat ini (realtime) dalam media sosial (medsos). Pramuka Harus dapat menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi . Bila tidak dapat berperan sesuai keinginan kaum muda, maka lambat laun akan ditinggalkan oleh anggotanya. Pramuka baru harus keren, asyik, gembira, dan menyenangkan. Tantangan bagi para pembina pramuka yang harus selalu kreatif dalam pembina peserta didik digugus depan sehingga bangga menjadi pramuka . Begitu pula para pelatih hendaknya dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidikan yang relevan dengan zamannya tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan kepada para pembina pramuka.

Tantangan yang dihadapi kaum muda makin besar dan kompleks. Masalah ekonomi, sosial, budaya dan politik yang berlangsung di negeri ini akan mempengaruhi perubahan prilaku dan gaya hidup kaum muda . Masih banyak kaum muda yang mengalami putus sekolah karena

Berbagai hal; terbatas nya keterampilan yang dimiliki; sulitnya mendapatkan pekerjaan; rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang tua; dan menganut paham sesat yang akhir nya menjurus pada prilaku buruk. Permasalahan ini sangat memperihatinkan bagi kita semua dan untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan, berbagai permasalahan yang dihadapi tersebut haruslah segera ditanggulangi .

Disinilah pentingnya peranan Gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk membentuk kaum muda berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan, dan membekali keterampilan yang kelak menjadi bekal hidup. Untuk itulah, kerjasama dengan berbagai pihak sangat di harapkan, karena kaum muda merupakan bagian terbesar penduduk Indonesia yang harus diselamatkan dari cengkraman berbagai masalah .

Indonesia pada tahun 2020-2030 diprediksi akan mendapatkan bonus demografi, dimana penduduk dengan usia produktif sangat besar dan sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada tahun 2020-2030 akan mencapai 70 persen , sedangkan sisanya sebanyak 30 persen adalah penduduk yang tidak produktif (dibawah 15 tahun dan diatas 50 tahun). Dilihat dari jumlah nya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta jiwa, sementara penduduk non produktif berjumlah 60 juta jiwa.

Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial ekonomi. Salah satu nya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk non produktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif. angka ketergantungan penduduk Indonesia akan terus turun sampai tahun 2020, dibandingkan dengan negara asia lainnya. Tentu saja hal ini merupakan suatu berkah bagi indonesia.

Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ketingkat yang lebih tinggi. Dampaknya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun demikian, berkah ini dapat berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak di persiapkan kedatangannya. Masalah yang paling nyata adalah ketersediaan lapangan pekerjaan untuk menampung 70% penduduk usia kerja pada tahun 2020-2030?

Permasalahan pembangunan sumber daya manusia inilah yang harusnya dapat menjadi prioritas penyelesaiannya sebelum bonus demografi datang. Jangan sampai hal

Yang menjadi berkah justru membawa bencana dan membebani negara karena masalah yang mendasar yaitu kualitas manusia. Pengembangan sumber daya manusia yang merupakan investasi jangka panjang hendaknya menjadi senjata utama kemajuan suatu bangsa. Pemerintah harus mampu menjadi agent of development dengan cara memperbaiki kualitas modal manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemampuan komunikasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Solusi lainnya adalah dengan memberikan keterampilan kepada tenaga kerja produktif sehingga pekerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri. Selain itu pemerintah juga harus mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset negara agar tidak banyak dikuasai pihak asing yang pastinya akan merugikan dari sisi peluang kerja. Tentu bukan hanya tugas pemerintah saya, masyarakat juga harus menjadi pendukung utama pembangunan kualitas manusia. Disinilah menjadi peran penting Gerakan Pramuka yang berpeluang memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia khususnya kaum muda yang berkarakter kelak mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang lebih baik.

Gerakan Pramuka harus dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya dan hal inilah yang perlu dikaji dan dikembangkan terus menerus oleh pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) dan pusat penelitian dan pengembangan kepramukaan (puslitbang) yang bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, Peranan Satuan Karya Pramuka (Saka) perlu ditingkatkan untuk menciptakan peluang kerja yang berbasis pada kecakapan-kecakapan khusus dalam setiap kridanya.

Pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum  muda. Era globalisasi dewasa ini penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu yang paling utama. Untuk itulah kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia atau kaum muda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga kaum muda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia.

Kaum muda yang berkarakter dan handal yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini, serta sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka masih dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pramuka itu keren, asyik dan menyenangkan harus terus dikembangkan secara terus menerus sehingga kaum muda bangga menjadi Pramuka.

Dengan terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka merupakan berkah dan buah dari Revitalisasi Pramuka yang dicanangkan pada tahun 2006 oleh Presiden SBY. Namun demikian, pada implementasinya masih dihadapkan dengan berbagai masalah karena peraturan pelaksanaan hanya mengatur internal pada AD/ART Gerakan Pramuka, sehingga tidak mengikat secara eksternal. Disamping itu, dalam undang-undang tersebut tidak terdapat sangsi bagi yang melanggarnya.

Untuk itulah dengan dukungan Komisi X DPR-RI, maka undang-undang tersebut akan direvisi dan mudah-mudahan masuk dalam prioritas pembahasan dilembaga legislatf pada tahun 2016 yang akan datang. Dalam waktu dekat akan disosialisasikan isi perubahan melalui berbagai pertemuan dengan pakar dan uji publik yang melibatkan jajaran Pramuka di daerah.

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan non formal di sekolah. Hal ini mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter. Sedangkan peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang terjadi tersebut. Kerjasama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non formal dan pendidikan informal dalam keluarga sangatlah penting dan menjadi keharusan.

Kemajuan bangsa dan negara kita dalam dua puluh, tiga puluh, atau lima puluh tahun yang akan datang, terletak ditangan kaum muda. Kaum muda saat ini akan menjadi pelaku sejarah yang menentukan kemajuan bangsa kita. Kita ingin pada peringatan 100 tahun kemerdekaan bangsa kita, ditahun 2045 mendatang, bangsa kita telah tampil sebagai bangsa yang unggul dan maju. Dengan demikian, pentingnya pendidikan karakter bagi kaum muda kita, yang akan menentukan keberhasilan yang sedang kita upayakan bersama ini. itulah menjadi pentingnya pendidikan kepramukaan guna membentuk karakter kaum muda Indonesia. Tentu tidak mudah dan ini semua menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama sebagai orang tua dan pendidik dibawah pembinaan pemerintah sebagai pengelola negara yang kita cintai ini.

Saya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Kwarda yang telah mengirimkan duta-duta terbaikanya dalam arena Jambore Dunia di Kirarahama, Yamaguchi, Jepang pada tanggal 28 Juli sd 8 Agustus 2015. Alhamdulillah semua kontingan telah kembali ketanah air dengan selamat dan telah berhasil menjadi duta bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah saya mengajak kakak-kakak anggota dewasa untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia. Kepada para Pimpinan Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka dan para Pembina Pramuka Gugus Depan diseluruh Indonesia, saya menghimbau untuk kiranya dapat secara bersama-sama meningkatkan kualitas gugusdepan sebagai wahana pendidikan karakter bangsa.

Dengan tema Hari Pramuka ke 54 Tahun 2015 ini “Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda” menyatakan bahwa komitmen dan tekad Gerakan Pramuka sangat tinggi terhadap pembentukan karakter kaum muda yang dapat melakukan perubahan bangsa kearah yang lebih baik.

 
Setelah upacara selesai Bupati Siak H Syamsuar Selaku Kamabicab bersama KaKwarcab H Alfedri didampingi Forkopimda menyerahkan Tanda Jasa Pancawarsa, Darma Bhakti, Tokoh Pramuka, Penghargaan Kwaran Tergiat, Gudep tergiat dan Pramuka Garuda 2015.

Pemberian tanda pengharagaan gerakan pramuka, piagam dan lencana  Pancawarsa dari Kwarda Riau kepada Maryati, H. Jamaludin, H. Zulkifli, Gusnetti, Slamet Riyadi, H. Kadri Yafiz. Kwarcap Siak memutuskan pramuka garuda tingkat kwartir cabang Siak tahun 2015 kepada 48 orang sesuai dengan golongan dan kwartir ranting. Kwarcap Siak memutuskan peringkat kwartir ranting dan gugusdepan tergiat adalah Kwaran Tualang sebagai peringkat pertama , Kwaran Siak sebagai peringkat kedua, Kwaran Dayun sebagai peringkat ketiga, Kwaran Sungai Mandau sebagai peringkat keempat, Kwaran Minas sebagai peringkat keenam, Kwaran Lubuk Dalam sebagai peringkat ketujuh, Kwaran Pusako sebagai peringkat kedelapan, Kwaran Sungai Apit sebagai peringkat kesembilan, Kwaran Koto Gasib sebagai peringkat kesepuluh,  Kwaran Bunga Raya sebagai peringkat kesebelas, Kwaran Sabak Auh sebagai peringkat keduabelas, Kwaran Kandis sebagai peringkat ketigabelas, Kwaran Mempura sebagai peringkat keempat belas. Penghargaan Lencana Darma Bakti diberikan kepada H. Kadri Yafis, Elitha, Yendri Efendi, Supriyadi, H. Lukman, Nurjanah, Jon Efendi.

Dipenghujung acara menampilkan atraksi dari Kwaran Siak, Tualan, Kandis dan Sungai Mandau.(mpr/dj)

Berita Terkait

Reskrim Bengkalis Amankan Pelaku dan Sita Motor Hasil Curian di Duri Barat

Mandau – Portalriau.com--Tim Resmob 125 Sat Reskrim Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Sakura, Kelurahan Duri…...

Pengedar Sabu Dibekuk Km 06 Kulim, Polisi Amankan Barang Bukti 0,16 Gram

Bathin Solapan–Portalriau.com--+ Dalam rangka Operasi Antik LK 2026, jajaran Polres Bengkalis kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial M.F.S.S als…...

Pengedar Sabu Dibekuk di Jalan Pertanian Duri, Polisi Amankan 0,30 Gram Sabu

Mandau –Portalriau.com--- Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dalam rangka Operasi Antik LK 2026. Seorang pria berinisial J.H als…...

Pekerja PHR Sumbang Ratusan  Kantong Darah Bagi PMI

Pekanbaru --Portalriau.com--Setiap kantong darah menyimpan cerita tentang nyawa yang menunggu untuk diselamatkan, pasien yang berjuang di ruang perawatan, ibu yang membutuhkan transfusi saat persalinan, hingga…...

KAPOLRES ROHIL DAN PERSONEL POLRES ROHIL BERSAMA BRIMOB GELAR SHOLAT JUM’AT DAN KHUTBAH DI 3 MASJID

Rokan Hilir – Portalriau.com---Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) tetap kondusif pasca aksi unjuk rasa, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni,…...