Aksi penipuan dan Pemerasan, Disdik Himbau Sekolah waspada
BAGANSIAPIAPI - Kalangan Dunia Pendidikan dikabupaten Rokan Hilir saat ini diresahkan dengan adanya Aksi Penipuan dan Pemerasan oleh oknum yang mengatas namakan Tim Pemantau Dana Operasional Sekolah (BOS). Aksi ini yang menjadi sasaran utama adalah sekolah, Untuk itu pihak sekolah dihimbau untuk selalu waspada dan tidak sembarangan dalam menerima Tamu.
Demikian ditegaskan Kadisdik Rohil Ir H Amiruddin MM, kepada Metro riau, Kamis (28/5) di Bagansiapiapi. "jika ditemukan tamu yang mencurigakan, Pihak sekolah diminta untuk segera berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau ke Dinas Pendidikan, "pesannya.
Diterangkan Amiruddin, baru-baru ini ada empat Oknum Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) yang mengaku sebagai Tim pemantau Dana BOS. Akibat Aksinya tersebut, beberapa sekolah diwilayah kecamatan Bangko menjadi Korban Pemerasan. Beruntung ke Empat Oknum yang berasal dari Pekanbaru dan Dumai tersebut cepat diciduk pihak Polsek Bangko.
Diceritakan Amiruddin, keempat Oknum tersebut sempat mau menemui saya pada sabtu (23/5) kemaren. Kebetulan saya pada waktu itu menghadiri acara salah satu Ponpes dikecamatan Kubu. Lantas keempat tersebut pergi menuju kesekolah- sekolah yang ada di seputaran Batu enam Bagansiapiapi.
Dari aksinya tersebut, keempat Oknum itu berhasil memeras dan menipu sekolah SMK N I Bangko Sebesar Rp100 Ribu, SMPN 2 Bangko Rp1.380.000, SDN 008 Bagan Punak Rp2 juta, SDN 010 Rp4 juta, dan SDN 017 Rp2 juta.
Atas kasus tersebut yang merugikan pihak sekolah, maka pihak sekolah melaporkan hal ini kedisdik Rohil dan selanjutnya diteruskan kejadian itu keMapolsek Bangko. Atas Laporan dari Pihak sekolah itu, Pihak Polsek Bangko berhasil menciduk empat oknum LSM yang mengaku Tim pemantau dana BOS tersebut.
Atas Aksi kejadian ini, kita minta sekolah untuk tetap wapada terhadap tamu yang menemuinya. Jika ada tanda-tanda yang mencurigakan segeralah melakukan Koordinasi kepada pihak Disdik Rohil atau UPTD setempat. "jika terbukti melakukan pemerasan dan penipuan laporkan saja kepihak kepolisian setempat "pinta Amiruddin. (mpr/zal)