Terkait Jatuhnya Crane, 7 Orang Jemaah Haji Asal Indonesia Meninggal
BENGKALIS – Jumlah jemaah haji (JC) asal Indonesia yang menjadi korban dan meninggal akibat tragedi crane (alat berat) di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi yang semula hanya hanya 2 orang, bertambah menjadi 7 orang.
Namun sebagaimana telah disampaikan Sabtu (12/9/2015) kemarin, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri kembali menegaskan, tidak ada satu pun JC asal kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini yang menjadi korban. Apalagi meninggal dunia.
“Alhamdulillah seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, semua JC Bengkalis, baik itu yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 2 maupun Kloter 7 Embarkasi Hang Nadim Batam, semuanya baik-baik saja. Tak ada yang jadi korban meskipun pada saat kejadian dikabarkan ada yang cukup dekat dengan lokasi musibah,” papar Johan, Minggu (13/9/2015).
Mengutip pers release yang dikeluarkan crisis center korban crane di Masjidil Haram Daerah Kerja (Daker) Makkah yang dikeluarkan tanggal 13 September 2015 dan ditandatangani Kepala Makkah Arsyah Hidayat dan sumber lainnya, kata Johan, ada pun JC Indonesia yang meninggal dunia adalah Iti Rasmi Darmini asal Kloter JKS (Jakarta) 23 DAN Masnauli Sijualdi Hasibuan asal Kloter MES 9 (Medan).
Kemudian, Painem Dalio Badullah dan Saparani Baharuddin Abdullah asal Kloter MES 8 (Medan), Nurhayati Rasad Usman asal Kloter PDG 4 (Padang), Ferry Mauluddin asal Kloter JKS 12 (Jakarta) dan Adan Joppy Lili asal Kloter JKS 16 (Jakarta).
Masih mengutip Arsyad Hidayat, untuk JC yang mengalami luka-luka, imbuh Johan, sebanyak 41 orang. 30 orang masih berada di Rumah Sakit Arab Saudi, 1 orang di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia), dan 10 orang sudah kembali ke pemondokan.
Ke-10 JCH tersebut adalah Suji Syarbaini Irono (asal Kloter BTH 14), Teti Herawati Mad Saleh (JKS 5), Apip Sahroni Rohman (JKS 5), Emmiwaty Janahar Saleh (MES 8), Nur Baik Nasution (MES 9), Ali Sabri Selamun (PDG 7), Endang Kaswinarni Poerwomarton (SOC 46), Eniwaty Muhammad Syarif BTH 1), Dewi Laila Mufida (MES 8) dan Nuruddin Baasith Sujiyono (dpr/sya).