Songsong Pilkada Damai
Portalriau.com-sergai-Sejak dilantik menjadi Pjs Bupati Sergai untuk mengisi kekosongan kepala daerah selama Bupati dan Wakil Bupati menjalankan cuti diluar tanggungan negara untuk melaksanakan kampanye, Irman bertekad untuk menciptakan suasana kondusif jelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.
Salah satu bukti nyata adalah saat kesiapan Kabupaten Sergai menjadi lokasi Simulasi Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Aplikasi Sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) pada pertengahan Oktober lalu. Selain itu deklarasi Pilkada damai maupun menghadiri kegiatan rutin yang berkaitan dengan Pilkada.
Perkuat Koordinasi dan Sinergitas dengan Lintas Sektoral,Menjalankan roda pemerintahan tentu butuh sinergitas yang kuat terhadap lintas sektoral yang ada di Kabupaten Sergai. Seperti saat menghadiri acara Ground Breaking Pembangunan Gedung PN Sei Rampah bertempat di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, awal November lalu, Pjs. Bupati Ir. H. Irman, M.Si atas nama masyarakat Sergai menyatakan dukungan terhadap pembangunan gedung tersebut yang akan memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Sergai demi terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera.
Ucapan terimakasih juga disampaikan Pjs. Bupati Sergai kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas upaya dan pelayanannya kepada masyarakat terutama dalam proses pengurusan sertifikat tanah.
Begitupun dengan Lembaga Legislatif, sinergitas yang dibangun oleh Pemkab Sergai dengan DPRD hingga saat ini masih berjalan dengan sangat baik. Deretan agenda rapat paripurna seperti pembahasan Ranperda, pengesahan APBD dan rapat-rapat lainnya yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak berjalan sangat apik tanpa ada konflik. Ini menunjukkan bahwa komunikasi yang terjalin antara Lembaga Legislatif dengan seorang Pjs. Bupati sangat baik.
*Tanggap terhadap Bencana*
Kondisi alam akhir-akhir intensitas hujannya cukup tinggi yang mengakibatkan terjadinya bencana alam banjir. Banjir biasanya terjadi pada bulan Oktober-Desember setiap tahunnya. Selain itu juga banjir terjadi dikarenakan adanya kiriman hujan dari daerah dataran tinggi seperti dari Kabupaten Simalungun dan Pematang Siantar serta diakibatkan pula oleh Sei Belutu, Simalas yang jebol tanggulnya.
Sesuai dengan ketentuan kewenangan daerah, irigasi ini merupakan kewenangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PUPR, dan akibat dari jebolnya tanggul tersebut berdampak terhadap ratusan pemukiman penduduk dan sawah terendam banjir.
Menurut data dari BPBD Kabupaten Sergai pada Sabtu 28 Nopember 2020, terdapat beberapa wilayah yang terdampak banjir dengan rincian sebagai berikut: Kecamatan Sei Rampah terdapat 3.212 kk dan 157,9 ha sawah, Tebing Tinggi 721 kk dan 158 ha sawah, Dolok Merawan 39 kk dan 80 ha sawah, Bandar Khalipah 160 kk dan 45 ha sawah, Tanjung Beringin 169 kk dan 1.381 ha sawah, Tebing Syahbandar 30 kk dan 55 ha sawah, Sei Bamban 250 kk dan 350 ha sawah, Sipispis 125 kk dan 40 ha sawah dan Kecamatan Dolok Masihul 225 kk dan 107 ha sawah.
Sedangkan untuk korban bencana angin puting beliung yang juga terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020 lalu, terdapat 114 rumah warga di Desa Sei Bamban, Kilang Padi serta Kantor Desa Gempolan yang ada di Kecamatan Sei Bamban mengalami rusak akibat diterjang oleh angin puting beliung.
Akibat dari bencana alam banjir dan angin puting beliung, Pemkab Sergai merespon cepat dengan melakukan beberapa langkah/upaya dalam penanganan banjir seperti meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Selain itu Pemkab Sergai mengerahkan dinas terkait untuk melakukan penanganan seperti Dinas Sosial yang menyediakan 1 mobil tangki air, 1 truk evakuasi, tenda keluarga dan menurunkan Relawan Tagana sebanyak 20 orang.
Kemudian dari BPBD dengan menyalurkan bantuan berupa sembako, menyediakan perahu karet dan menurunkan Satgas bencana. Untuk Dinas PUPR melakukan aksi perbaikan tanggul/jembatan di beberapa desa seperti di Meriah Padang, Bahsum