Dewan Ajak Warga Tata Kawasan Car Free Day Pekanbaru
PEKANBARU - Sejak beberapa tahun lalu, kawasan Jalan Diponegoro dan Gajah Mada Pekanbaru, sudah ditetapkan sebagai kawasan Car Free Day (CFD). Respon masyarakat sangat tinggi. Karena masyarakat bisa melakukan berbagai kegiatan olahraga semisal senam, lari, bersepeda dan tak lupa acara musik menjadi hiburan yang dapat dinikmati seluruh pengunjung di kawasan tersebut.
Di kawasan ini pula banyak tersedia aneka makanan dan minuman yang dijajakan oleh para pedagang, sehingga bagi para pengunjung tidak perlu merisaukan akan urusan perut. Kesempatan ini juga tidak saya lewatkan. "Minggu lalu, saya bersama teman-teman ikut mengunjungi kawasan CFD tersebut, untuk sekedar berolahraga dan menikmati suasana pagi,"tulis anggota DPRD Pekanbaru, Fikri Wahyudi, Sabtu (17/1) dalam rilis pribadinya.
Maklum, sejak beberapa bulan duduk di parlemen, Fikri sudah jarang jogging di sana. Itu karena kesibukan agenda di dewan, partai dan organisasi lain.
"Di sana saya melihat, semakin banyak warga yang menikmati keberadaan fasilitas CFD. Tak sengaja saat asik jogging, saya mendengar keluhan masyarakat, terkait merangseknya para Pedagang Kaki Lima (PKL) masuk kawasan tersebut. Awalnya saya anggap angin lalu saja," sebutnya.
Akan tetapi, cerita Fikri, berjalan beberapa meter lagi warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Alasan mereka, keberadaan PKL mengganggu suasana berolahraga. Apalagi pedagang tidak lagi berjualan di pinggiran jalan, tapi berangsur maju ke badan jalan. Baik itu di Jalan Diponegoro maupun di sepanjang Jalan Gajah Mada.
"Keluhan dan omongan warga ini menjadi pikiran bagi saya. Dan selalu terpikir bagaimana selayaknya kawasan CFD tersebut. Akhirnya saya berkonsultasi dengan beberapa rekan akademisi dan rekan lainnya. Hasil konsultasi itu mereka sependapat, bahwa untuk menjaga kenyamanan masyarakat berolahraga di CFD, pemerintah harus menertibkan PKL tersebut. Artinya kawasan CFD harus bebas dari pedagang," ujarnya.(mpr/nto)