Ribuan Para Buruh Turun Di Jalan Di Kota Batam
BATAM- Peringati hari buruh sedunia, Jumat (1/5/2015), bukan sekedar turun ke jalan.
Setidaknya ada delapan tuntutan yang akan dibawa oleh buruh kepada Wali Kota Batam.
Tuntutan pertama dan terutama, yakni masalah jaminan pensiun buruh yang minta diberlakukan per tanggal 1 Juli 2015.
"Yang kami dorong adalah mengenai jaminan pensiun buat pekerja. Per tanggal 1 Juli 2015 harus berlaku," ucap Pangkorda Garda Metal, Suprapto, di sela-sela persiapan aksi.
Sementara tuntutan lain, berkenaan dengan jaminan kesehatan untuk nasional yang masih belum 100 persen terealisasi, lalu tolak upah murah, tolak kenaikan BBM dan turunkan harga sembako.
"Kami menolak kenaikan upah dua atau lima tahun sekali. Upah naik per tahun saja sudah repot. Kami juga minta pemerintah turunkan harga sembako, bukan seperti sekarang yang disesuaikan dengan harga pasar saja. Peran pemerintah seperti tidak ada untuk mensejahterakan masyarakat," tutur Suprapto.
Buruh juga menuntut pemerintah segera merealisasikan perihal yang tertuang dalam UU nomor 2 tahun 2004 mengenai penyelesaian hubungan industrial (PHI) yang seharusnya ada di setiap kota padat industri.
"Sinkronisasi PHI ini harus segera terealisasi. Sekarang Batam belum ada PHI, jadi setiap ada masalah hubungan industrial kami harus ke Tanjungpinang, dan itu memakan biaya. Padahal Batam inikan kota padat industri," kata Suprapto.
Ia menyatakan, selain FSPMI, pekerja dari SPN dan Farker pun akan ikut serta dalam aksi damai tersebut.jadi para buruh di mintai pak wali kota batam tuk membantu dan memperhatikan masarakat yang lemah (mpr/jhn)